Ciri-Ciri Penyakit Cacar Api

Ciri-ciri penyakit cacar api yang terasa seperti terbakar. Penyakit cacar api adalah penyakit yang disebabkan karena bakteri dan biasanya dikelompokkan sebagai salah satu penyakit kulit yang bisa menyerang pada bagian tubuh. Penyakit cacar api ini cenderung menyerang orang yang usia lanjut dan penderita penyakit sistem imun yang lemah seperti penderita AID, leokimia, lupus, dan limpoma. Penyakit cacar api bisa terjadi pada mereka yang sudah terkena cacar sebelumnya, dan peluangnya juga cukup besar.

Hal ini disebabkan karena jika daya tahan tubuh anda baik dan juga jumlah dari bakteri tidak berlebihan maka penyakit ini tidak akan muncul karena pada kulit dan juga lubang alami seperti mulut, hidung dan juga dubur merupakan jenis kuman yang bisa hidup dan berkembang biak yang biasanya disebut dengan kolonisasi. Dan dalam keadaan seperti ini ciri-ciri penyakit cacar api ditandai dengan kondisi daya tahan tubuh yang menurun dan menyebabkan kolonisasi meningkat dan bisa menimbulkan penyakit cacar api serta terjadinya infeksi. Jadi cacar api bisa menyerang semua orang meskipun ia sudah pernah terkena cacar sebelumnya. Namun paling sering penyakit ini menyerang anak-anak, kelainan kulit yang berupa bercak merah dan muncul hampir di seluruh area tubuh. Penyakit ini sering sekali ditemui pada daerah – daerah yang rawan kuman dan bakteri seperti ketiak, dada, san punggung. Ciri ciri penyakit cacar air yang paling jelas adalah akan muncul benjolan kemerahan pada kulit yang berisi nanah dan sangat mudah untuk menular ketika penderita berkontak langsung dengan orang lain.

Ciri-ciri penyakit cacar api

Ciri-ciri penyakit cacar api

Ciri-ciri penyakit cacar api adalah :

  • Demam ringan dimalam hari dan juga malase selama 24 jam sebelum akhirnya vesikel tersebut muncul
  • Ruam yang terjadi pada cacar air basanya diawali dengan adanya suatu makula yang berwarna kemerahan, dan biasanya pertama kali muncul pada badan dan kemudian menyebar di wajah serta juga ekstremitas. Dalam beberapa jam, biasanya makula menjadi vesikel yang berisi cairan yang bisa mucnul di mulut, aksila, labium, dan vagina. Vesikel ini akhirnya berisi cairan yang akan pecah setelah beberapa hari dan juga akhirnya menimbulkan krusta.
  • Disaat yang bersmaan maka akan banyak dijumpai makula, vesikel, serta keropeng yang banyak dalam berbagai stadium yang bentuknya dan krustasi.
  • Cacar api biasanya terjadi di kulit dengan menyerang satu bagian area tubuh saja misalnya disepanjang dermatom yang sudah terinfeksi. Tempat yang biasanya sering terinfeksi adalah bagian wajah, leher, dan juga dada. Lesi yang ukurannya kecil atau juga besar dan dalam jumlah yang sedikit atau juga lebih banyak. Cacar api ini bisa menjadi satu hal yang menyakitkan.
  • Cacar api mudah menular dari salah satu bagian kulit ke kulit yang lainnya. Pada bayi, penularan penyakit ini dapat terjadi lebih cepat dari yang kita bayangkan melalui aliran darah dan dapat menimbulkan infeksi yang serius.

Penanganan ciri-ciri penyakit cacar api terutama yang bersifat suportif dan dengan tujuan untuk membantu mencegah terjadinya infeksi kulit yang bersifat sekunder. Pengobatan terhadap penyakit cacar api terdiri dari tiga hal yaitu

–         Pengobatan infeksi virus akut. Penggunaan antiviral dalam kurun eaktu 72 jam setelah terbentuknya ruam dapat berfungsi untuk memperdingkat durasi terbentuknya ruam dan meringankan rasa sakit akibat ruam tersebut. Penggunaan antiviral pada penderita ciri-ciri penyakit cacar api akan menjadi sia-sia apabila dilakukan pada saat ruam pada kulit anda sudah pecah. Antiviral yang dapat anda gunakan untuk perawatan ini seperti acyclovir, famciclovir, dan valacyclovir.

–         Pencegahan terhadap neuralgia pascaherpes. Untuk mengatasi pencegahan yang dapat dilakukan terhadap neuralgia pascaherpes dengan menggunakan analgesik (topic agents), antikonvulsan ( anti kejang), dan dapat juga dengan antidepresan trisiklik. Seperti contoh pada analgesik yang paling sering digunakan adalah dalam bentuk krim / lotion yang memiliki kandungan senyawa calamine, kapsaisin, dan xylocaina. Sedangkan antidepresan trisiklik dapat dengan aktif mengurangi rasa sakit akibat neuralgia pascaherpes karena menghambat penyerapan kembali neurotransmiter seroronin dan neropinefrin. Contoh dari antidepresan trisiklik yang dapat dgunakan untuk perawatan dari ciri-ciri penyakit cacar api seperti Amitriptyline, Nortriptyline, Nortriptyline, dan Nortriptyline dan yang digunakan untuk mengontrol sakit neuropatik dapat digunakan antikonvulsan seperti phenitoin, carbamazepine, dan atau dengan gabapentin.

–         Pengobatan rasa sakit akut yang berkaitan dengan penyakit cacar api tersebut.

Cara mendeteksi ciri-ciri penyakit cacar api.

Ciri-ciri penyakit cacar air dapat ditedeksi dengan menggunakan cairan dari dalam unilepuh yang baru saja pecah yang akan dimasukkan ke dalam media virus untuk segera dianalisis di laboratorium virologi. Apabila waktu yang digunakan untuk pengiriman cukup lama, sampel yang sudah diambil dapat diletakkan dulu dalam es cair. Waktu yang dibutuhkan dari virus vericella-zoster untuk tumbuh adalah sekita 3 hingga 4 hari. Untuk anda yang akan melakukan uji ini untuk berhati-hati karena uji ini memiliki sensitivitas 30-70% dengan spesifitas yang dapat mencapai 100%. Dapat juga dengan uji antibodi fluoresens langsung yang lebih sensitiv bila dibandingkan dengan uji deteksi ciri-ciri penyakit cacar api yang dilakukan sebelumnya. Pada uji ini sel diambil dengan menggunakan semacam scapel atau jarum yang kemudian akan dioleskan pada kaca dan diwarnai dengan menggunakan antibodi nomoklonal dengan pewarna fluoresens yang akan dapat mendetaksi glikoproten virus.


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Cacar Api dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Cacar Api and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *